silpanus

Guru SMA Negeri 1 Danau Sembuluh Kec.Danau Sembuluh Kab.Seruyan Prop.Kalimantan Tengah Menulis di blog pribadi silpanus74@blogspot.com dan website sekolah ww...

Selengkapnya

"INKLUSI"kah dirinya.?

Senin pagi, disaat persiapan upacara bendera, tiba tiba rintik hujan turun membasahi sekolah kami, di langit awan mendung hanya bergumpal di beberapa titik saja, perkiraan ku hujan tidak akan turun, namun hujun turun juga entah karena terbawa angin hingga titik titik hujan itu membasahi sekolah kami.

Sesat aku hanya termenung, sambil menatap langit, bias bias cahaya matahari pagi mampu menembus gerombolan awan mendung itu, hingga tak terlihat kekuasaan gerombolan awan mendung itu dan pecah perlahan tersapu oleh sinar ultraviolet pagi hari.

Benar saja, hujan tak berlangsung lama, aku masih duduk sambil menunggu persiapan upacara bendera. Nampak dihadapanku seorang siswa yang ku anggap "INKLUSI" yah termasuk kategori itulah, begitu juga teman teman seprofesiku mengatakan siswa itu. Bagaimana tidak, disaat pelajaran tiba, sang siswa jarang masuk kelas, beberapa gurupun sering menegurnya bahkan kadang marah dengan sikapnya yang super cuek, tidak mempan dengan teguran para guru. Hingga akupun mulai melakukan pendekatan kepada, pernah juga aku menyuruhnya masuk kelas, namun juga tak mempan.

Siswa ini seakan akan tak punya rasa takutpun kepeda semua guru, bukan karena dia berani atau pemberani, namun cara berpikirnya yang agak berbeda dengan para siswa pada umumnya. Diajak bicarapun oleh para guru, siswa ini kadang diam saja. Tidak mau merespon apa yang sedang dibicarakan, hingga para gurupun mulai bingung, cara apa yang harus dilakukan kepada siswa ini.

Akupun mulai berimprovisasi, karena dengan kata kata dan teguran tidak mempan bagi siswa ini, akhirnya aku mengatakan. "Misda, kita berdua berkomitmen ya, ini ada daftar hadir yang harus kamu minta kepada tiap guru yang mengajar di kelasmu untuk di paraf, nanti setelah tiga bulan bapak minta daftar hadir ini, dan bapak akan cek? Benar nggak kamu hadir dikelas, nah jika selama tiga bulan kamu masuk terus, maka bapak akan berikan kamu baju?". Kataku pelan.

Siswa itu nampak senang, sejak saat itu ia mulai rajin masuk kelas, dan diakhir pelajaran, ia selalu meminta paraf dari guru yang mengajar. Teman teman seprofesi mulai heran dengan keaktifan siswa ini. Bukan itu saja siswa ini juga, mau berbicara denganku, baik masalah perasaannya yang menyenangi seseorang gadis, dan ia pun tidak sungkan menyerahkan beberapa lembar surat cinta dan puisinya yang ia tulis.

Akupun membantin, ternyata anak ini tulisannya bagus, dan sebagai laki laki ia pun normal, karena bisa menyukai lawan jenisnya, bahkan akupun mengecek penglihatannya jauh dan dekat dengan huruf, ternyata ia bisa melihat dengan jelas. "Ada apa dengan anak ini?". Batinku, apa yang menyebabkannya begitu mengabaikan perintah guru guru untuk masuk kelas, namun setelah aku menjanjikan hadiah untuknya, iapun rajin masuk kelas dan belajar. Inilah tantangan bagiku untuk terus mencari tahu,..?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Penasaran njih pak?

10 Sep
Balas

Iya bu, terus saya pantau sang anak nih, semoga dapat solusinya, penasaran juga saya?. Salam

10 Sep

Buat penasaran saja nih pak!

12 Sep
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali